Pemeliharaan Alat ICT

26 02 2008

Beberapa waktu yang lalu, ada pembaharuan tentang pemeliharaan alat ICT (baca:komputer). Inilah rumusannya

  • Meja komputer diberi kapur barus (sampe dalem-dalemnya).
  • Meja komputer BUKAN meja guru.
  • Jika speaker kehabisan colokan, belilah steker T.
  • Kunci lemari CPU bila sudah selesai

Tak tanggung-tanggung, bila ke-4 rumusan baru ini tak dilaksanakan, kelasmu nggak bisa pake komputer selama seminggu. Masalah layar tancep di kelas kita sudah teratasi, tinggal keyboarndnya aja yang kini entah ke mana (mungkin diservis).





Andy Saputra Helmi

17 02 2008

andy saputraInilah dia, Andy Saputra. Anda dapat memanggilnya Andy, Andis, atau Ahong. Wajahnya seperti keturunan Tionghoa, tapi bukan. Andy is the Javanese. Pak Bani aja sampe heran. Acong (panggilan yang paling akrab) ini orangnya enjoy aja. Ada kesulitan, enjoy. Hobi si mata sipit ini yaitu basket, dan baca komik. Tak heran, Andy ikut SIWA (tim basket sekolah). Di SIWA dia mendapatkan posisi 4. Anak basket ini pandai dalam melakukan freethrow, prevote, dan yang paling menonjol adalah lay up-nya. Ada satu hal menarik: Andy dan Siva sering cek-cok di kelas bahkan di dunia maya. Dan ada kabar buruk juga nih, Andy sudah putus dengan pacarnya yang sejak dari kelas 7 setia menemaninya. Saya turut berduka cita. Tingkatkan terus prestasimu :-D





8-D Mengikuti Jejak Kami

17 02 2008

8-D

Berita baru…Headline News. Kelas 8-D mengikuti jejak kelas 8-G dalam pembuatan website. Beralamatkan di http://ddevilscrownespero.wordpress.com/. Pake WordPress juga nih. Kelas yang mempunyai slogan d’Devil’s ini, websitenya dibuat oleh si ketuanya (Safira). Coba kunjungi.





Mau Pakai, Malas Pelihara

17 02 2008

wc sekolahBanyak orang bilang, kebersihan adalah sebagian dari iman. Namun, di negara Indonesia dengan penduduk yang dikenal religius ini, ajaran moral itu justru kerap diabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana kenyataan yang paradoksal itu bisa terjadi? Kondisi sebagian besar toilet umum di Semarang yang jorok menggambarkan, betapa sebagian besar kita memang tak begitu peduli dengan urusan kebersihan. Nggak usah jauh-jauh, tengoklah toilet sekolah kita, terutama bagian laki-laki. Pesing(Bhs. Jawa bau tak sedap dari air kencing)-nya Masya Allah. Baknya hitam-hitam. Pintunya rusak, bahkan ada pintu yang bagian bawahnya bolong dan ditutupi kayu. Penutup pintu dari besi kadang nggak kuat. Kloset jongkok belum disiram . Kasihan Pak Bonnya yang setiap hari membersihkan WC ini.

Begitulah, cap buruk WC umum yang jorok telanjur jadi fenomena biasa di mana-mana. Kondisi toilet Bandara Soekarno-Hatta, yang jadi pintu gerbang internasional belum benar-benar memperlihatkan fasilitas toilet umum yang bersih, sehat, dan nyaman. Toilet wanita di Mal Citraland misalnya, sering dikotori kertas tisu pembersih yang bertebaran di ruang toilet saat jam-jam padat pengunjung. Meski pakai sistem kering, sering kali pengunjung kebingungan karena tisu yang disediakan di ruang tunggu habis.

Selain persoalan kurang terurus dan fasilitas yang minim, persoalan toilet umum yang jorok berakar pada perkara disiplin masyarakat. Dalam kultur masyarakat agraris di Indonesia, masyarakat zaman dulu pernah punya tradisi buang hajat sembarangan di alam terbuka, seperti di sungai, empang, hutan, atau semak belukar di belakang rumah. Kotoran dibiarkan begitu saja karena bisa langsung diurai organisme dalam tanah, tumbuhan, atau air.

Saat kehidupan semakin modern, masyarakat yang hidup di kota-kota besar dituntut untuk membuang hajat di tempat khusus yang dinamakan toilet dan membersihkan diri sendiri. Ajaran agama pun menekankan pentingnya kebersihan sebagai “bagian dari pada iman”. Tetapi, hingga kini, tuntutan zaman dan ajaran mulia itu belum merasuk menjadi etos sosial dalam kehidupan praktis sehari-hari, dan sebagian masyarakat lambat atau enggan menyesuaikan diri.

Buktinya, masih banyak pengunjung toilet umum yang ngeloyor begitu saja setelah kencing atau buang air besar, tanpa menyiram atau membersihkan peturasannya sendiri. “Orang kita cenderung mau pakai toilet umum, tapi tak suka pelihara. Banyak orang yang tak pernah berpikir, akan ada orang lain yang akan memakai toilet setelah dia menggunakannya,”

Tiada Masa Depan bagi Si Jorok

Kebersihan adalah sebagian dari iman. Kalimat ini sangat terkenal, bahkan saking terkenalnya, sampai-sampai sebagian orang lupa dari mana sumbernya dan makna yang terkandung di dalamnya. kalimat tersebut bukan sekadar slogan, tetapi dikutip dari pernyataan Nabi Muhammad SAW seperti yang tercantum di hadis. “Di Al Quran jelas ada ayat yang menyebutkan bahwa Allah mencintai orang-orang yang suci dan bersih.

Bersih yang dimaksudkan dalam Al Quran dan hadis tersebut, tak terbatas pada kebersihan yang terkait dengan ritual ibadah, seperti wudu atau mandi, melainkan juga kebersihan lingkungan secara umum, termasuk kebersihan kamar mandi atau toilet. Sementara Pemerintah China rajin mengampanyekan budaya bersih dalam buang hajat sebagai salah satu persiapan menjadi tuan rumah Olimpiade 2008. “Sampai sopir taksi di Beijing bisa bilang “‘If you don’t have a clean toilet, you don’t have future’. Kalau kamu tak punya toilet yang bersih, kamu tak punya masa depan,” Ya, dari sudut pandang apa pun, orang yang jorok tak akan mempunyai masa depan! Toilet yang resik memang akhirnya mencerminkan tingkat kebudayaan sebuah bangsa.

Dikutip dari koran Kompas | Gambar dari Google





Download Materi PKn

7 02 2008

Ini kami sediakan materi PKn dalam format PowerPoint yang bertemakan Budaya Demokrasi. KLIK DISINI





Disediakan seperti Friendster

6 02 2008

Halo semua. Kami telah menyediakan halaman khusus untuk meninggalkan testimonial atau ngisi testi seperti di friendster. Klik di sini





Seminar Mendadak, Perut Keroncongan

4 02 2008

Heboh! Padahal kami sudah bersiap-siap pulang sekolah. Waktu menunjukan pukul 13.25 WIB. Tiba-tiba, “ting-nong-neng-nong,”speaker pengumuman bunyi. “Semua kelas 8 harap segera berkumpul di bangsal,”ucap Pak Hen. Serentak, kami semua ke bangsal. Sumpek, penuh, panas, bau keringat, lapar, itulah semua pikiran saya saat di bangsal. Ternyata, kami semua berkumpul di sini dalam rangka seminar. Yang lebih mengagetkan, tema seminar ini adalah “Aborsi”. Selera makan langsung hilang. Dalam hati beberapa anak mungkin berkata:”Ndang cepet trus mulih. Ngeleh ki (Cepet mulai lalu pulang)”. Persiapan seminar ternyata belum disiapkan. Pake acara pasang LCD dan laptp. Waktu terbuang lama. Soundsystem yang tidak memadai hingga narasumber seperti nggremeng (ngomong sendiri). Mungkin kalau saya nih, kalau ada acara seminar diberitahukan lebih dulu lewat surat, pastinya ada anak yang nggak hadir. Kalau mendadak, mau nggak mau harus datang. Paringono sabar (Berikanlah sabar) Ya Allah.





Herlina Tri Nastiti

3 02 2008

Herlina TriEhm, akhirnya. Saya akan menceritakan tentang seorang master yang “merajai” di 8G saat ini. Herlina, nama akrabnya, kepintarannya (ada) yang sudah mau menyaingi. Kami kira (saat pertama kali masuk 8G) Herlina biasa saja. Tapi, saat ia menunjukan jati diri yang sebenarnya, kami hanya bisa mangap. Kepintarannya di bidang apa saja membuat banyak orang ingin mempunyai otaknya. Nilainya pun, hmmm, kami berdecak kagum padanya. Herlina biasa ngobrol dengan kawanannya (Elin, Lilis, Debby). Trademark (yang khas) dari Herlina adalah otak dan rambut yang direbonding. Seperti terlihat di foto, Herlina seperti senyum. Jika dengan anak dengan nomor 22, Herlina mesti tampak marah. Tampknya, Herlina lebih senang dengan orang yang tegas. Sekarang, Herlina telah mengikuti ekskul Seni Lukis. Tentunya untuk mengasah kreatifitasnya. Teruslah belajar agar tetap duduk di singgasana rajamu





Jadwal Pelajaran Direvisi

2 02 2008

Mulai tanggal 28 Januari 2008, semua jadwal pelajaran di SMPN 2 Semarang direvisi. Termasuk kelas ini. Ada penambahan 1 jam pelajaran untuk Bhs. Inggris di hari Rabu. Semula hari Rabu pulang pukul 12.45, sekarang pulang pukul 13.30. Jadwal yang telah direvisi bisa dilihat di sini





Jaketnya Sudah Jadi, cuma…

2 02 2008

Ada berita baru tentang jaket kita nih. Jaketnya ternyata sudah jadi sebulan yang lalu. Tapi kenapa nggak diambil? Itu perntanyaannya. Jawabannya: BELUM LUNAS. Jaket yang sudah jadi, menurut Nineteen, beda sedikit dari desain awalnya. Bagi yang belum membayar cicilan ke-2 senilai 35 ribu Rupiah, mohon dilunasi. Yang belum membayar cicilan ke-1 (Teguh, Agra, Bram, Sholeh) cepet dilunasi. Wong sugih telat bayar :-D Sholeh terutama. Mau bayar kalau jaket sudah di tangan. Terpaksa nombok deh :-)