Adios…..

1 09 2008

Riwayat kami telah berakhir. Cara merayakan akhir riwayat kami ini sangat unik. Bertempat di R.M. Pemancingan Baron pada hari Jumat, 18 Juli 2009. Acara ini juga dihadiri oleh wakil pengajar (Bu Enny & Bu Endaryati). Tapi, tak semua anak 8G hadir, seperti Andik dan Galih. Berangkat dari lapangan depan sekitar pukul 13.30 dengan mencarter angkot. Selama perjalanan, si Agra mengumbar humornya yang fres. Sontak, semua orang yang di dalam angkot terbahak-bahak.


Satu jam kemudian, para rombongan telah tiba di tempat tujuan. Sebagai pembuka, Pak Dar menyumbang suaranya. Banyak orang yang terpukau. Disusul dengan pembacaan susunan acara oleh MC ( Agra & Nineteen ). Setelah itu, sambutan pertama dibacakan oleh Ghamdan (sang ketua kelas periode Janiari – Juli 2008).Si Ghamdan dalam sambutannya nyaris melupakan Pak Dar. Ia membaca urutan: Yang terhormat (tamu), wali kelas, dan teman-teman. Itulah urutan salam pembukanya yang salah. Seharusnya, yang jabatannya tinggi yang didahulukan. Para hadirin berteriak ” Bahasa Indonesia, lupa ya….”

Setelah selesai mengisi sambutan dengan penuh rasa malu, kini gantian Pak Dar mengisi sambutan. Pada intinya, beliau berpesan agar kita sukses dalam belajar. Setelah sambutan, acara diisi dengan 8G Award. Agra bertanya:”Tahu artinya games nggak?”. Para penonton berteriak “Huuuu……ngenyekmu kuwi lho (menghinamu itu lho).” Award (penghargaan) ini didedikasikan untuk para murid 8G yang mempunyai titel tertentu (seperti narsis, pinter, dsb.). Pemenang dari 8G Award dengan titel Narsis adalah si Benjo (panggilan si Widy Ageng). Acara 8G Award telah selesai. Kini, saatnya Bowo menyumbang suaranya. Dengan tembang andalannya, Hanya Ingin Kau Tahu, telah membuat seluruh orang yang ada di rumah makan terpana.

Setelah terpukai dengan performance si Bowo, kini saatnya pemberian hadiah ucapan terima kasih ke Pak Dar. Pak Dar bingung mau ngomong apa. Beliau berpesan, kalau kita memberi sesuatu, yang penting niatnya dan ikhlas. Lalu, kami langsung menuju ke tempat makannya. Menunya tak tanggung-tanggung, SUKI. Jadi, makannya khas jepang (lengkap dengan sumpit). Yang tak terbiasa memakai sumpit akan kesulitan sekali dalam makan. Saat makan, para rombongan sangat senang karena kami dapat makan yang uenak dan sedep.

Kenyang sudah di perut, kalau di hati belum. Maka, setelah makan-makan, kami berkesempatan untuk berfoto ria. Memang, acara ini sekaligus acara berkumpul bersama yang terakhir kalinya sebagai Regghenamont Big Family. Para rombongan tampaknya unjuk gigi dalam kenarsisan. Banyak sekali kenangan yang ada selama di kelas 8G. Kebanyakan dari mereka ingin sekali semua teman sekelasnya adalah anak 8G. Tapi itu tak mungin. Kalaupun mungkin , paling hanya 5-6 orang yang sama. Rasanya kangen dengan suasana 8G. 2 jam kami habiskan, tibalah saatnya pulang ke markas kami (Sekolah). Saat akan masuk angkot, si Haqi bertanya ke Siva sambil memegang pundaknya. Seketika itu juga, si Siva langsung berteriak seperti orang baru dicopet. Lain kali jangan ditiru ya….. :-D

Selama perjalanan pulang, beberapa rekan kami yang ikut cheerleaders menyanyikan lagu yang berlirik “Ababmu mambu….Rak Tau Sikatan (Bau mulutmu bau, tak pernah gosok gigi)”. Ini adalah lagu yang khusus untuk menyinggung salah seorang rekan kami yang tak ingin disebutkan namanya. Apalagi, sang webmaster (si Aziz) berkata:

Aziz : ” Saya itu sebenarnya kenek (kondektur di angkot), tapi sudah diambilalih sama………”
Semua orang : “Waah, nyengak ik (nyengak=menghinanya terlalu pedas). Jahat…jahat”

Yang disinggung secara tak sengaja adalah Bu Enny (guru BK) karena Beliau duduk di dekat pintu angkot seperti kenek. Spontan, Bu Enny langsung memegang kepalanya si Aziz. Yeah, that’s up. Tapi, cerita ini telah dirangkum oleh seorang rekan kami dalam bentuk VCD. Covernya seperti ini:

Andaikan waktu dapat diulang, kami ingin memperbaiki semua kesalahan selama di kelas 8G…..

Adios………


Actions

Information

Leave a comment