Adios…..
1 09 2008
Riwayat kami telah berakhir. Cara merayakan akhir riwayat kami ini sangat unik. Bertempat di R.M. Pemancingan Baron pada hari Jumat, 18 Juli 2009. Acara ini juga dihadiri oleh wakil pengajar (Bu Enny & Bu Endaryati). Tapi, tak semua anak 8G hadir, seperti Andik dan Galih. Berangkat dari lapangan depan sekitar pukul 13.30 dengan mencarter angkot. Selama perjalanan, si Agra mengumbar humornya yang fres. Sontak, semua orang yang di dalam angkot terbahak-bahak.

Satu jam kemudian, para rombongan telah tiba di tempat tujuan. Sebagai pembuka, Pak Dar menyumbang suaranya. Banyak orang yang terpukau. Disusul dengan pembacaan susunan acara oleh MC ( Agra & Nineteen ). Setelah itu, sambutan pertama dibacakan oleh Ghamdan (sang ketua kelas periode Janiari – Juli 2008).
Si Ghamdan dalam sambutannya nyaris melupakan Pak Dar. Ia membaca urutan: Yang terhormat (tamu), wali kelas, dan teman-teman. Itulah urutan salam pembukanya yang salah. Seharusnya, yang jabatannya tinggi yang didahulukan. Para hadirin berteriak ” Bahasa Indonesia, lupa ya….”
Setelah selesai mengisi sambutan dengan penuh rasa malu, kini gantian Pak Dar mengisi sambutan. Pada intinya, beliau berpesan agar kita sukses dalam belajar. Setelah sambutan, acara diisi dengan 8G Award. Agra bertanya:”Tahu artinya games nggak?”. Para penonton berteriak “Huuuu……ngenyekmu kuwi lho (menghinamu itu lho).” Award (penghargaan) ini didedikasikan untuk para murid 8G yang mempunyai titel tertentu (seperti narsis, pinter, dsb.). Pemenang dari 8G Award dengan titel Narsis adalah si Benjo (panggilan si Widy Ageng). Acara 8G Award telah selesai. Kini, saatnya Bowo menyumbang suaranya. Dengan tembang andalannya, Hanya Ingin Kau Tahu, telah membuat seluruh orang yang ada di rumah makan terpana.
Setelah terpukai dengan performance si Bowo, kini saatnya pemberian hadiah ucapan terima
kasih ke Pak Dar. Pak Dar bingung mau ngomong apa. Beliau berpesan, kalau kita memberi sesuatu, yang penting niatnya dan ikhlas. Lalu, kami langsung menuju ke tempat makannya. Menunya tak tanggung-tanggung, SUKI. Jadi, makannya khas jepang (lengkap dengan sumpit). Yang tak terbiasa memakai sumpit akan kesulitan sekali dalam makan. Saat makan, para rombongan sangat senang karena kami dapat makan yang uenak dan sedep.
Kenyang sudah di perut, kalau di hati belum. Maka, setelah makan-makan, kami berkesempatan untuk berfoto ria. Memang, acara ini sekaligus acara berkumpul bersama yang terakhir kalinya sebagai Regghenamont Big Family. Para rombongan tampaknya unjuk gigi dalam kenarsisan. Banyak sekali kenangan yang ada selama di kelas 8G. Kebanyakan dari mereka ingin sekali semua teman sekelasnya adalah anak 8G. Tapi itu tak mungin. Kalaupun mungkin , paling hanya 5-6 orang yang sama. Rasanya kangen dengan suasana 8G. 2 jam kami habiskan, tibalah saatnya pulang ke markas kami (Sekolah). Saat akan masuk angkot, si Haqi bertanya ke Siva sambil memegang pundaknya. Seketika itu juga, si Siva langsung berteriak seperti orang baru dicopet. Lain kali jangan ditiru ya…..
Selama perjalanan pulang, beberapa rekan kami yang ikut cheerleaders menyanyikan lagu yang berlirik “Ababmu mambu….Rak Tau Sikatan (Bau mulutmu bau, tak pernah gosok gigi)”. Ini adalah lagu yang khusus untuk menyinggung salah seorang rekan kami yang tak ingin disebutkan namanya. Apalagi, sang webmaster (si Aziz) berkata:

Aziz : ” Saya itu sebenarnya kenek (kondektur di angkot), tapi sudah diambilalih sama………”
Semua orang : “Waah, nyengak ik (nyengak=menghinanya terlalu pedas). Jahat…jahat”
Yang disinggung secara tak sengaja adalah Bu Enny (guru BK) karena Beliau duduk di dekat pintu angkot seperti kenek. Spontan, Bu Enny langsung memegang kepalanya si Aziz. Yeah, that’s up. Tapi, cerita ini telah dirangkum oleh seorang rekan kami dalam bentuk VCD. Covernya seperti ini:
Andaikan waktu dapat diulang, kami ingin memperbaiki semua kesalahan selama di kelas 8G…..
Adios………
Comments : Leave a Comment »
Categories : Cerita
THIS`S THE END
23 06 2008NOW IS DA TIME FOR SAY GOODBYE ..
NOW WE`RE 9TH GRADE ..
BUT,, REGGHENAMONT IS a FRIENDSHIP ..
AND WE WON`T FORGET WHAT WE`VE DONE IN LAST 1 YEAR ..
THANKS FOR ALL TEACHA DAT TEACHING US,
SPECIALLY VO Mr. SUDARYONO OUR FATHER IN THE SCHOOL ..
BUT,, THE NEXT 8G WILL BE THE HEIR o` THIS BLOG
ME,, IN THE NAME o` 8G JUST WANNA SAY GOOD LUCK FOR THE NEXT GEN .
WEBMASTER
- contact person : aziz
085641588865
Comments : Leave a Comment »
Categories : Berita, Cerita, ICT CORNER, Profil Guru, Profil Murid, Tugas
Anak 8G Mborong Piala
2 06 2008Pada upacara terakhir untuk angkatan kali ini, banyak personil 8G yang menyerahkan piala yang telah diraihnya ke bapak Wakil Kepala Sekolah. Mereka adalah :
1. Juara 2 Cheerleader di DP Mal tingkat umum
a. Andy
b. Aziz
c. Enggar
d. Randy
2. Juara 1 Paduan Suara tingkat Jawa Tengah
a. Bowo
b. Lilis
c. Suci
d. Tanya
3. Juara 1 Lomba Band di SMP 6
a. Bowo
b. Danang
c. Dhimas
d. Tanya
4. Juara 2 Lomba Band di BLPT
a. Bowo
b. Danang
c. Dhimas
d. Tanya
Dari kesemuanya, terdapat 4 orang dari segmen cheerleader yang baru pertama kali menyumbangkan piala untuk sekolah. Dan juga itu adalah lomba pertama mereka para cheerleader cowok.
Comments : 2 Comments »
Categories : Berita, Cerita
Menjadi Pribadi yang Bersyukur
9 05 2008Nikmat Allah SWT yang begitu banyak ini menuntut sikap syukur yang totalitas dalam amal nyata sehari-hari. Keluarga Nabi Daud as bisa menjadi teladan. Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw bersabda:”Shalat yang paling dicintai oleh Allah adalah shalat Nabi Daud (tidur setengah malam, bangun sepertiganya, tidur seperenam malam. Puasa yang paling dicintai Allah uga puasa Daud (Puasa sehari, berbuka di hari berikutnya).
Keteladanan Nabi Daud as juga dalam bekerja. Rasulullah Saw bersabda:”Tidaklah seseorang itu makan makanan lebih baik dari hasil kerja tangannya sendiri. Sesungguhnya Nabi Daud as senantiasa makan dari hasil kerja tangannya sendiri.”
Allah SWT berfirman:”Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku”. (QS Al Baqarah: 152). Ibnu Qayyim ra merumuskan tiga bentuk syukur yang sungguh-sungguh. Yaitu dengan lisan dalam bentuk pengakuan & pujian, dengan hati dalam bentuk kesaksian & kecintaan, serta dengan seluruh anggota tubuh dalam bentuk amal perbuatan.
Sayid Qutb menafsirkan ayat “Dan sedikit sekali hamba-hamba-Ku yang bersyukur” sebagai pernyataan akan kelalaian manusia dalam mensyukuri nikmat-Nya, meskipun mereka berusaha dengan semaksimal mungkin, tetapi tetap saja mereka tidak akan mampu menandingi nikmat Allah SWT yang dikaruniakan terhadap mereka. Apalagi ketika mereka tidak mensyukurinya sama sekali.
Seorang hamba yang bersyukur senantiasa memandang segala jenis nikmat yang terbentang di alam semesta ini sebagai bahan perenungan akan kekuasaan Allah SWT yang tidak terhingga sehingga menambah rasa syukurnya kepada Dzat Yang Maha Kuasa.”Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur“.(QS Saba’:19)
Dikutip dari Adz-Dzikro Edisi 44 th.1 Maret 2008
Comments : Leave a Comment »
Categories : Cerita
Pancibolic,Mobile Generasi 4G
30 04 2008
Gambar di atas adalah sebuah antena parabola dengan bahan tutup panci, biasa disebut antena pancibolik oleh para hacker jaringan nirkabel. Proses membuat parabola panci ini memakan waktu seminggu, ini karena saya memang belum tahu banyak mengenai hal ini dan selama seminggu saya belajar, baca-baca referensi, coba-cobi dan belasan kali gagal. Hacker berpengalaman paling hanya butuh beberapa menit untuk membuat Pancibolic se-crappy itu.
Merencanakan Instalasi
Sebelum mulai oprek-oprek, saya terlebih dahulu memastikan letak antena pemancar. Menggunakan peta dari Cybermap, saya memperkirakan arah pandang antena yang akan dibuat dan menentukan posisi paling strategis untuk memasang antena tersebut. Kemudian saya memperkirakan panjang kabel yang dibutuhkan untuk menghubungkan antara antena dengan komputer saya.
Oke, sekarang mulai merakit semuanya…
Merakit Antena
Pusing juga, karena saya ga tahu sama sekali bagaimana merakit peralatan ini. Tapi Alhamdulillah setelah tanya sana-sini dan baca ini-itu, akhirnya saya berhasil juga merakit peralatan tersebut.
Bahan yang saya gunakan semuanya saya dapat di rumah. Tutup panci, saya pilih tutup panci berdiameter 28cm yang masih mulus tapi tidak lagi terpakai. Beberapa sumpit [cukup satu sih…] untuk mengikat WiFi USB Adapter, karet gelang dan tali plastik. Sebuah kayu panjang untuk tiang penyangga. Kabel USB Extender dan terminal telepon bekas untuk sambungan kabel, jadi saya tidak perlu menyolder sambungan.
Nge-Hack Kabel USB Extension
Inilah kendala utama saya. Spesifikasi USB menyatakan bahwa panjang maksimal sebuah kabel USB adalah 5m. Lebih dari itu maka sinyal USB tidak akan terbaca. Berdasarkan spesifikasi USB, untuk menghubungkan perangkat USB dengan kabel lebih dari 5m, diperlukan sebuah USB repeater pada setiap sambungan 5m. Jadi untuk jarak 20m diperlukan 4 buah kabel 5m dan 3 buah repeater, mahal dong…
Ada cara nge-hack kabel USB dengan kabel UTP. Tapi namanya hacking, tidak ada standar dan jaminan bagi penggunanya. Saya tidak menganjurkan menggunakan teknik hacking ini kecuali dibuat dan digunakan dengan pengawasan seseorang yang kompeten.
Butuh waktu beberapa hari bagi saya untuk bisa nge-hack kabel ini. Untuk yang ingin merasakan pahitnya nge-hack dari nol, silakan baca ringkasan spesifikasi kabel USB, spesifikasi kabel UTP, dan spesifikasi Power Over Ethernet (POE) . Pasangan kabel USB data dihubungkan dengan pasangan kabel data UTP/Ethernet (1 & 2). Pasangan kabel USB power dihubungkan dengan pasangan kabel UTP/POE (4 & 7). Pastikan kebenaran sambungan kabel dengan menggunakan Multitester, sesuaikan dengan USB Pinout untuk menghindari resiko kerusakan komputer atau perangkat USB.
Sudah berhasil nge-hack kabel USB? Jangan senang dulu, belum tentu selesai di sini. Seringkali kabel hasil hacking tersebut tidak berfungsi dengan baik. Bahkan ada yang jadi rusak semuanya karena terbolak-balik menyambung kabel. Bila sambungan kabel sudah benar tapi perangkat USB tidak terdeteksi, Sepupu saya memberi saran untuk menambah USB repeater. Omm saya menyarankan untuk ga usah hacking segala, ikuti spesifikasi standar USB aja atau beli kabel pabrikan, kalau ada.
Berdasarkan hitung-hitungan teori, teknik hacking kabel USB dengan kabel UTP bisa membuat kabel USB extension hingga 50m. Tapi berdasarkan pengalaman pribadi, belum tentu bisa walau cuma 20m. Dan kabel saya sepertinya menyebabkan komputer menjadi hang, mungkin disebabkan kekacauan signal USB karena menggunakan kabel yang tidak standar.
Instalasi Akhir
Oke, setelah sukses nge-hack kabel USB maka semuanya saya satukan. Tutup panci saya ikat ke tiang, sumpit saya selipkan dan ikat di lubang tengah tutup panci. WiFi USB Adapter saya ikat dengan karet gelang pada sumpit. Posisi WiFi USB Adapter harus diperhitungkan agar terletak pada titik fokus pancibolik tersebut. Pada kasus pancibolik saya, titik fokus diperkirakan pada jarak 12 cm dari tengah pancibolik.
Dengan asumsi bentuk lengkungan parabola yang mulus dan bulat, rumus perhitungan titik fokus parabola adalah:
f = D2 / 16c
f: titik fokus
D: diameter parabola
c: kedalaman lengkung parabola tepat pada pusatnya
Hasilnya, sinyal dapat saya tangkap dengan stabil sebesar 30-40% @ 11Mbps. Jarak antara pemancar dengan antena saya sekitar 1KM. Baik pemancar akses poin maupun antena saya tidak menggunakan menara.
Saya coba-cobi memodifikasi lagi parabola panci saya dengan membuat double reflector — entah apa istilah yang benar.
Saya menggunakan sendok sayur sebagai reflektor ke dua. Dengan menggunakan double reflector ini kekuatan daya tangkap sinyal naik hingga 50-60% dan kecepatan transfer naik menjadi 18-24Mbps. Sketsa parabola panci double reflector sebagai berikut.
Oke, semoga bermanfaat
-aziz-
Comments : Leave a Comment »
Categories : Cerita, ICT CORNER
Unforgettable Memories
13 04 2008“Kesel tur seneng” (capek tapi senang). Itulah kata yang mungkin diucapkan dalam hati oleh para rombongan piknik Study Tour SMPN 2 Semarang, khususnya kelas 8G ini. Study Tour yang dilangsungkan dari 9 s/d 12 April 2008 ini mempunyai kisah yang bermacam-macam. Dari yang senang, sedih, bingung, kesal, semua ada di sini.
9 April 2008-Pukul 13.50 WIB. Para rekan kami sudah bersiap-siap di
bis. Bekal-bekal yang dibawa lumayan banyak (pada akhirnya ada yang nggak habis). Jenis-jenis bekal bermacam-macam, mulai dari donat J.CO, air, cincau kalengan, buah-buahan, nasi boks, dll. Tak lupa, kami berpamitan & minta restu ortu. Bahkan cowoknya si Lilis datang hanya untuk “say goodbye”. Para rekan kami pun ternyata tak ingin ketinggalan momen berharga saat piknik. Kamera analog (yang ada rol filmnya itu lho), kamera HP, kamera digital biasa, ba
hkan handycam (yang bawa hanya 1) pun tak terlewatkan untuk dibawa. Tentu saja, sangu (bekal) berupa duit pun tak ketinggalan. Dengan “bantuan” dari Fantasi Tour dan PO Nusantara kami langsung berangkat. Sebelum berangkat, Pak Tomo (kepsek) melihat kondisi terakhir para rombongan. Bis yang ditunggangi rombongan 8G ini bernomor 7 (bukan berarti jalannya paling belakangan). Dengan Pak Dar sebagai wali kelas 8G dan Bu Enny sebagai guru pendamping, rasanya klop banget deh. Melewati tol hingga nembus ke daerah Tugu, rasanya cepat sekali keluar Semarang. Pukul 17.00, par
a rombongan transit sebentar di RM Pringjajar, Pemalang. Makanan yang disajikan lumayan enak. Di restoran itu, ada kotak sulapnya lho. Ketika masuk ke lubang di belakang kotak itu, seolah-olah badan kita hilang. Tapi, saat akan sholat Maghrib, HP teman kami hilang. Setelah capek-capek mencari Hp Nokia N70-ME , akhirnya ketemu di tasnya Zhafira. Ternyata hilangnya itu akibat keteledoran dan kepikunan sendiri (pada akhirnya banyak kasus yang diakibatkan kepikunan). Si Ghamdan dan teman-temannya yang lain lega dari ancaman kena marah guru.Pukul 19.00, bis mulai berjalan kembali. Kini, Bramasta, yang dipercaya menjadi Sie Hiburan, memutar DVD di bus. Filmnya berupa horor. Karena perjalanan masih lama, banyak anak yang sudah tertidur pulas.
10 April 2008-Pukul 00.00 WIB. Ternyata, banyak anak yang tak bisa tidur. T
eguh misalnya, ia tak bisa tidur seharian sehingga pada besoknya ia sakit. Yang tidak bisa tidur kebanyakan ingin melihat pemandangan malam. Ternyata, banyak anak yang sambil ngobrol untuk mengisi waktu. Sang penulis pun memotret anak yang sedang tertidur pulas. Makanan seperti donat pun dibagikan saat itu juga supaya tidak kelaparan. Andaikata, bila ada pom bensin, bis ini berhenti sejenak. Ini sangat menguntungkan bagi anak yang kebelet pipis. Kemudian, bila sudah lengkap semua, jumlah anak di bis dihitung lagi.
Tak
terasa, bus sudah memasuki kawasan Jabodetabek, lebih tepatnya Bekasi pada pukul ± 03.00 WIB Asrama Haji Pondok Gede pun sudah di depan mata. Akhirnya, tiba juga kami transit untuk istirahat setelah perjalanan yang melelahkan selama 13 jam lebih. Kamar untuk perempuan ada di lantai 2, sedangkan untuk laki ada di lantai 3. Karena ada tv, maka saat itu juga para rombongan menyaksikan pertandingan sepak bola. Subuh masih lama, kamar sudah dibagikan. Kondisi kamarnya cukup mengenaskan. Yang penting bisa istirahat. Tapi, ada juga yang sudah bersiap-siap seperti Sholeh. Ia bab dulu, kemudian mandi. Setelah mandi, ia minta diambil gambarnya dengan kacamata hitam seperti mata-mata. Berikutnya, kamar perempuan (yang berisi Suci, Tanya, Herlina, dkk.) uenake pooll. Kenapa? Karena, kamar tersebut dipasang AC. Wah, rugi dong kita yang tak dipasang AC.
Waktu menunjukkan pukul 04.30. Azan Subuh berkumandang. Ternyata, selain rombongan SMP 2 Semarang (selanjutnya disebut Espero), ada juga dari SMP lain lho…Masjid di asrama haji ini terhitung mewah. Tapi, air wudhunya seperti diberi kaporit. Menunggu pukul 06.30 itu masih lama. Maka, setelah sholat Subuh, kami bergegas menyiapkan pakaian yang akan dipakai saat akan pergi nanti dan memasukkan koper ke dalam bus. Akhirnya, tibalah waktu tersebut. Kami mengantri sarapan. Kok aneh ya? Kenapa? Karena penyajian makanan dari katering cukup lama, sehingga banyak rekan kami yang pergi ke kantin di depan asrama haji. Karena terlalu lama, kami langsung masuk bus dan berangkat menuju Bogor dalam keadaan perut keroncongan.
Sesampainya di Bogor, bis kami sebenarnya akan parkir di sebuah rumah makan padang. Karena tempat parkirnya nggak cukup, terpaksa kami parkir di sebuah terminal bus khusus bus pariwisata. Bukannya kami yang turun ke rumah makan tersebut, tetapi ada beberapa orang yang pergi ke rm tersebut untuk dibawa ke bis. Menunya nasi padang dengan daging rendang. Setelah makan, kami bergegas ke Istana Bogor. Dengan seragam kebanggan SMPN 2 Semarang, kami langsung masuk ke dalam kompleks Istana Bogor. Di dalam kompleks istana, kami disuguhi
dengan hijaunya taman yang berada di sekeliling istana. Sekedar pengetahuan saja, Istana Bogor dibangun saat pemerintahan colonial belanda di bawah gubernur jendral G.W. Baron van Imhoff. Begitu masuk ke dalam istana, para rombongan takjub akan bentuk arsitektur istana ini. Tapi, sayang. Ada beberapa bagian istana yang sedang direnovasi. Selain itu, ada peraturan yang sangat menyakitkan bagi pecinta kamera: TIDAK ADA KEGIATAN MEMOTRET. Tapi, ada beberapa rekan kami yang berhasil mengambil gambar dari beberapa sudut di Istana Bogor. Setelah takjub beberapa menit akan keindahan arsitektur istana, saatnya foto bareng. Ada yang formal, ada yang gaul. Pilih dua-duanya saja.
Pukul 11:00 WIB. Saatnya shopping. Melewati tol Cikampek menuju ITC Cempaka Maa, kami siap adu mulut dengan para penjual toko demi mendapat harga miring dan juga sayang duit. Sesampainya di ITC, kami hanya diberi jatah waktu 1 jam. Terbilang aneh kalau shopping (belanja) hanya 1 jam. Jadwal kegiatannya mepet sih. Di mal ini, paling banyak tokonya itu toko baju perempuan. Kalau toko hp? Di lantai atas. Jarum jam menunjukkan pukul 12:00. Tak terasa cepatnya waktu ini. Sang penulis belum membeli satu pun barang. Ada beberapa rekan kami yang mencari oleh-oleh bersama Pak Dar. Wuih. Asyik banget ya. Sesampainya di bus, kami sekelas makan siang dijatah nasi box. Dagingnya cukup keras.
Pukul 13:30. Robongan sudah tiba di kawasan Jakarta Utara, lebih tepatnya kompleks Taman Impian Jaya Ancol. Dufan? Nanti. Sea World dulu. Saat kami masuk ke dalam Sea World, kami takjub akan keindahan hayati laut yang telah diciptakan oleh Allah SWT.
Ternyata, di Sea World juga ada piranha (ikan pemakan daging). Begitu masuk ke dalam terowongan a
kuarium, kami hanya bisa mengucapkan Subhanallah! Yah, sudah selesai. Tunggu! Ke Dufannya kapan? Begitu dari Sea World, kami langsung ke Dufan. Untuk menuju ke Dufan, setelah turun dari bus harus jalan kaki. Hah. Capek banget. Tapi ini sebanding apa yang kami dapatkan di Dufan. Saat di Dufan, ada yang ingin mencoba sensasi beberapa wahana baru, seperti Tornado, Extreme Log, dsb. Tak heran, ada beberapa rekan kami yang memencarkan diri untuk mencoba semua wahana yang ada di Dufan sampai kakinya luka-luka. Bahkan, saking senangnya di Dufan, seorang rekan kami berjalan-jalan mengelilingi Dufan dan ditemukan oleh rekan kami yang lain hingga nyaris pingsan. Ia hanya membawa sebotol air mineral dan tas sekolahnya.
Pukul 17.25. Beberapa rekan kami ada yang sudah keluar dari area Dufan seperti Faisal dan Fikry. Mereka makan malam dulu di restoran yang jauh dari bus berada. Lumayan lah, fried chicken. Sampai selesai makan, kami menunggu rekan kami yang lain. Ternyata, mereka belum puas dan ingin di Dufan sampai tutup (pada akhirnya kehujanan). Hingga Magrib menjelang dan hujan turun dengan derasnya, rekan-rekan yang lain belum datang ke bus. Terpaksa, sambil menunggu mereka, 3 orang tersebut berkaraoke di bus. Lalu, ada rekan kami yang datang ke bus seperti Loli, Siva, Astried, Verina, dll. Seisi bus sangat cemas karena rekan-rekan kami (termasuk Pak Dar dan Bu Enny) belum datang hingga pukul 18.45. Bahkan, bus dari kelas lain (A-F) dengan setia menunggu kami hingga rombongan kami lengkap.
Pukul 19.00. Para rombongan 8G lengkap sudah. Dengan jaket kebanggaan 8G yang basah kuyup, kami langsung meluncur ke Desa Wisata TMII. Dua jam telah berlalu, saatnya istirahat. Guru di ruangan ber-AC sedangkan muridnya kipas-kipas. Sholat dulu sebelum tidur. Tapi, saat akan enak-enakya tidur, kami dikejutkan dengan 2 anak manusia yang sedang kasmaran dan kemudian mereka memutuskan untuk pacaran. Wuih, ini memang kejadian yang kami sudah duga (karena mereka pendekatannya sudah cukup lama). Setelah itu, si ini ditodong untuk dimintai PJ (Pajak Jadian [bagi yang baru pacaran]). Mengeringkan baju yang tadi kehujanan dan nge-charge hp itu mesti. Maka, 2 stop kontak dan dua steker T sudah cukup untuk men-charge semua gadget kami yang berbaterai. Tapi, saat akan tidur, Sholeh dikunci di kamar mandi dalam keadaan gelap.
11 April 2008-Pukul 04.30. Saatnya kemas-kemas barang dan kami sholat Subuh dulu. Mandi biar seger. Setelah itu, baru kami memasukkan barang-barang ke dalam bus lebih awal dari rombongan dari kelas l
ainnya. Tak terasa, sudah pukul 06.30. Sarapannya prasmanan lagi, tapi kali ini rombongan 8G paling awal menyantap sarapan. Setelah sarapan, kami dikumpulkan di samping bus untuk persiapan yel-yel. Memang, kelas kami yelnya sehari sudah jadi. Kami siap untuk maju. Tampaknya, yel kami berdurasi paling singkat. Tak apalah, yang penting semangat. Karena masih pagi dan wahana di TMII masih tutup, maka kami hanya mengelilingi komples TMII 1x dengan bus. Setelah keluar dari TMII, kami langsung menuju ke Museum Gajah. Mengapa dinamakan Museum Gajah? Karena di depan museum ada patung gajah. Tapi sebenarnya nama museum itu adalah Museum Nasional. Isinya ya benda-benda purbakala. Lagi-lagi, bagi pecinta potografi harus menangis lagi. Sebab di front desk tertulis: “NO PHOTOGRAPH!” Tapi, ada juga yang berhasil memfoto beberapa koleksi dari Museum Gajah. Tentunya foto tersebut tidak kami publikasikan di sini. Kami sempat bertanya pada pikiran kami: Buat apa dipasang AC kalau AC-nya mati. Gerah nih! Iya, ya. Saat di museum ini, kami kagum akan peninggalan benda-benda purbakala.
Pukul 11.10 Waktunya ke bus. Haqi besok ulang tahun. Tapi, Pak Dar meminta agar dirayakannya sekarang. Maka, Haqi membacakan cerita humor yang garing (nggak lucu). Cerita tersebut mungkin akan mudah dipahami bagi wong pinter. Setelah itu, kami langsung meluncur ke Planetarium. Tapi, sebelum kami ke planetarium, bagi yang Muslim melakukan Jumatan dulu. Masjidnya mblusuk-mblusuk agak ke belakang planetarium. Banyak sekali orang-orang berjualan buku di sini. Tak heran, ini memang wilayahnya Taman Ismail Marzuki.
Pukul 12.45 sudah saatnya kami ke planetarium. Pertama, kami masuk ke ruang pamer planetarium. Kami m
elihat berbagai koleksi, salah satunya ada meteor (bukan nama koran) jatuh ke bumi. Lalu, bebrapa menit kemudian, kami menuju ke lantai 2 planetarium. Memang, tampak seperti bioskop. Cara menontonnya tidaklah konvensional. Layarnya berbentuk kubah dan kita melihatnya ke atas. Tentu saja, proyektornya diletakkan tepat di tengah-tengah kubah. It’s showtime. Para rombongan memberikan applause yang sangat meriah. Kami memang baru pertama kali ke sini. Heboh, seperti menonton film 3D. Filmnya tentu saja berupa tata surya.
Setelah puas dengan bioskop kubah dan mepetnya waktu, kami langsung meluncur k
e Cibaduyut. Di tengah perjalanan, ada kontes karaoke. Tentu saja, pesertanya ditunjuk oleh Pak Dar. Yang menjadi kontestan pun merasa malu dan was-was. Melewati tol yang sangat panjang, tak heran banyak yang tidur karena lama sekali. Walaupun lama, kami juga tetap harus menjalankan ibadah. Maka, bus kami transit sebentar untuk sholat Ashar.
Pukul 18.10 Sesampainya di RM Ampera, kami langung beranjak ke lt. 2. Kami ini layaknya seorang narapidana. Lauknya hanya dijatah tahu dan daging plus sambel lalapan. MInumnya teh botol. Tapi, kami juga harus cepat makannya. Belum sholat lagi. Setelah “puas” dengan makan dan sholatnya, kami dikejutkan dengan seorang pedagang boneka masuk ke dalam bus. Randy langsung berkata: “Nggak ada….”. Lalu si pedagang membalas:”Nggak ada apanya?”. “Nggak ada orangnya!,”Randy menjawab. “Berarti gue ini setan dong. Inget ya mas ini ……..(dihilangkan demi alasan yang logis)”.
Randy seketika langsung gelagapan dan takut s
etengah mati. Akhirnya, si pedagang tersebut keluar setelah diusir. Perjalanan kami dilanjutkan ke sentra sepatu, Cibaduyut. Kami bergegas belanja dan menawar harga yang kami inginkan. Perginya pun berombongan. Ada yang beli sepatu, tas, cemilan, dsb. Karena mepetnya waktu, ya sudah terpaksa shopping sekaligus perjumpaan kami di study tour tahun ini selesai sudah. Rombongan pulang dengan senang sekaligus capek pada keesokan harinya pukul 05.30. It’s unforgettable memories!
Regghenamont.espero mengucapkan terima kasih kepada fotografer yang sudah berpartisipasi dalam tulisan ini : R. Wibowo , Yahya N. , dan Herlina T.
Comments : Leave a Comment »
Categories : Cerita
Mau Pakai, Malas Pelihara
17 02 2008
Banyak orang bilang, kebersihan adalah sebagian dari iman. Namun, di negara Indonesia dengan penduduk yang dikenal religius ini, ajaran moral itu justru kerap diabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana kenyataan yang paradoksal itu bisa terjadi? Kondisi sebagian besar toilet umum di Semarang yang jorok menggambarkan, betapa sebagian besar kita memang tak begitu peduli dengan urusan kebersihan. Nggak usah jauh-jauh, tengoklah toilet sekolah kita, terutama bagian laki-laki. Pesing(Bhs. Jawa bau tak sedap dari air kencing)-nya Masya Allah. Baknya hitam-hitam. Pintunya rusak, bahkan ada pintu yang bagian bawahnya bolong dan ditutupi kayu. Penutup pintu dari besi kadang nggak kuat. Kloset jongkok belum disiram . Kasihan Pak Bonnya yang setiap hari membersihkan WC ini.
Begitulah, cap buruk WC umum yang jorok telanjur jadi fenomena biasa di mana-mana. Kondisi toilet Bandara Soekarno-Hatta, yang jadi pintu gerbang internasional belum benar-benar memperlihatkan fasilitas toilet umum yang bersih, sehat, dan nyaman. Toilet wanita di Mal Citraland misalnya, sering dikotori kertas tisu pembersih yang bertebaran di ruang toilet saat jam-jam padat pengunjung. Meski paka
i sistem kering, sering kali pengunjung kebingungan karena tisu yang disediakan di ruang tunggu habis.
Selain persoalan kurang terurus dan fasilitas yang minim, persoalan toilet umum yang jorok berakar pada perkara disiplin masyarakat. Dalam kultur masyarakat agraris di Indonesia, masyarakat zaman dulu pernah punya tradisi buang hajat sembarangan di alam terbuka, seperti di sungai, empang, hutan, atau semak belukar di belakang rumah. Kotoran dibiarkan begitu saja karena bisa langsung diurai organisme dalam tanah, tumbuhan, atau air.
Saat kehidupan semakin modern, masyarakat yang hidup di kota-kota besar dituntut untuk membuang hajat di tempat khusus yang dinamakan toilet dan membersihkan diri sendiri. Ajaran agama pun menekankan pentingnya kebersihan sebagai “bagian dari pada iman”. Tetapi, hingga kini, tuntutan zaman dan ajaran mulia itu belum merasuk menjadi etos sosial dalam kehidupan praktis sehari-hari, dan sebagian masyarakat lambat atau enggan menyesuaikan diri.
Buktinya, masih banyak pengunjung toilet umum yang ngeloyor begitu saja setelah kencing atau buang air besar, tanpa menyiram atau membersihkan peturasannya sendiri. “Orang kita cenderung mau pakai toilet umum, tapi tak suka pelihara. Banyak orang yang tak pernah berpikir, akan ada orang lain yang akan memakai toilet setelah dia menggunakannya,”
Tiada Masa Depan bagi Si Jorok
Kebersihan adalah sebagian dari iman. Kalimat ini sangat terkenal, bahkan saking terkenalnya, sampai-sampai sebagian orang lupa dari mana sumbernya dan makna yang terkandung di dalamnya. kalimat tersebut bukan sekadar slogan, tetapi dikutip dari pernyataan Nabi Muhammad SAW seperti yang tercantum di hadis. “Di Al Quran jelas ada ayat yang menyebutkan bahwa Allah mencintai orang-orang yang suci dan bersih.
Bersih yang dimaksudkan dalam Al Quran dan hadis tersebut, tak terbatas pada kebersihan yang terkait dengan ritual ibadah, seperti wudu atau mandi, melainkan juga kebersihan lingkungan secara umum, termasuk kebersihan kamar mandi atau toilet. Sementara Pemerintah China rajin mengampanyekan budaya bersih dalam buang hajat sebagai salah satu persiapan menjadi tuan rumah Olimpiade 2008. “Sampai sopir taksi di Beijing bisa bilang “‘If you don’t have a clean toilet, you don’t have future’. Kalau kamu tak punya toilet yang bersih, kamu tak punya masa depan,” Ya, dari sudut pandang apa pun, orang yang jorok tak akan mempunyai masa depan! Toilet yang resik memang akhirnya mencerminkan tingkat kebudayaan sebuah bangsa.
Comments : 1 Comment »
Categories : Cerita
Habiskan Makanan Anda
13 01 2008
Ada salah satu falsafah hidup orang Jawa yaitu “yen mangan kudu dientekne, nek ora entek mengko pitike mati” (kalau makan harus dihabiskan, kalau tidak habis, nanti ayam akan mati). Mungkin, kita sedikit bertanya-tanya, apa iya ada hubungannya antara makan nggak habis sama ayam yang jadi mati… Hehehe… Bukannya yang bener itu malah kebalikannya, kalau kita makannya habis, ayamnya akan mati karena tidak dapat makan bagian dari sisa makanan kita tadi hehehehehe trus ayamnya kita makan….
Ternyata setelah dihayati dan direnungkan ternyata ada maksud baik dan mulia dari adanya peraturan tak tertulis itu tadi. Menghabiskan makanan yang akan kita makan tadi merupakan penghormatan kepada makanan itu sendiri dan kepada banyak pihak yang turut andil terhadap hadirnya makanan tersebut di meja makan kita.
Bayangkan bagaimana perjalanan sebutir nasi itu untuk ada di piring kita masing-masing. Sudah banyak proses yang dijalani oleh sebutir nasi itu. Banyak orang pula yang turut andil terhadap proses tersajinya makanan itu. Nasi berasal dari bibit padi yang ditanam petani yang kemudian menjadi beras. Sayuran yang kita makan diperoleh dari petani sayur yang bekerja dengan tekun dan sungguh-sungguh menjaga dan merawat sayur hingga masa panen tiba. Ikan yang kita makan berasal dari para nelayan yang mencari ikan di laut. Kita juga tak bisa menepikan peran penting dari para pedagang yang menjual lalu kita beli dan muncul pada sebuah piring di meja makan kita lewat sebuah proses yang bernama masak-memasak di dapur.
Beras, sayur, ikan dan yang lainnya tersebut kemudian dimasak menggunakan kompor entah itu yang menggunakan minyak tanah atau gas supaya menjadi nasi yang akan kita makan nanti. Sementara gas dan minyak tanah yang kita gunakan tersebut dihasilkan oleh para penambang yang berkerja di kilang pengeboran minyak atau gas bumi.
Jadi begitu banyak peran orang-orang disekitar kita demi hadirnya makanan yang kita santap tersebut. Jadi hikmah dari menghabiskan makanan tersebut adalah kita menghormati begitu banyak orang yang telah berjasa kepada kita serta senantiasa bersyukur akan adanya makanan tersebut. “Karena bila ada sebutir nasi saja yang tercecer karena tidak kita habiskan, ibaratnya nasi tersebut akan menangis”
Tulisan dikutip dari anangku.blogspot.com | Gambar diambil dari Google
Comments : 3 Comments »
Categories : Cerita
Refleksi Akhir Tahun
1 01 2008Huff, selesai sudah kisah hidup di tahun 2007. Penghujung tahun 2007 ini kita habiskan dengan melakukan UAS-Gasal. Memang, pelajarannya saat itu agak lumayan susah. Yaitu IPS dan Bhs. Jawa. Saya sudah bilang kalau LKS ber-MGMP soal latihannya dipelajari, mesti keluar, nggak bakal nggak. Saya tanya si Herlina, eh malah ia belum belajar sejarah. Keburu-buru sih. Selanjutnya Bhs. Jawa.
Kami kira soalnya keluar dari LKS semua.
Ternyata, dugaan kami salah besar.
Uraiannya aja disuruh membuat ringkasan cerita epos Ramayana. Ndase munyeng tho. Yang pinter yang bodo sama-sama nggak bisa. Ya sudah, marilah kita merefleksikan pikiran kita. Trompet bukan makanan tahunan saat malam tahun baru. Yang penting kita instropeksi. Apa kesalahan kita di tahun 2007 ini. Kalau tahun 2007 ini, saya anggap tahun 2007 ini adalah tahun penuh cobaan. Oke, semoga di tahun yang baru ini kita dapat menghadapi semua cobaan terutama “perang soal” yang masih berlanjut sampai tanggal 5 Januari dengan lancar dan successful. Amin. Sekian catatan refleksi akhir tahun dari saya.
Comments : Leave a Comment »
Categories : Cerita









Komentar Baru-baru ini